Home Berita Terkini AI Ubah Wajah Penyiaran, PT Qudo Buana Nawakara dan Most FM Jadi Pelopor

AI Ubah Wajah Penyiaran, PT Qudo Buana Nawakara dan Most FM Jadi Pelopor

by Geralda Talitha
0 comment
AI radio

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin menunjukkan peran strategisnya dalam industri kreatif dan media digital. Di era digital yang serba cepat, dunia penyiaran dan produksi konten tidak lagi hanya mengandalkan kreativitas manusia secara konvensional, tetapi juga memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan relevansi. AI kini hadir mulai dari tahap penulisan naskah hingga produksi konten digital lintas platform.

Dalam dunia penyiaran radio, AI telah menjadi alat bantu penting bagi penyiar dan redaksi. Teknologi seperti text-to-speech (TTS) dan sistem otomatisasi siaran memungkinkan teks diubah menjadi suara dengan intonasi dan emosi yang menyerupai manusia. Proses ini mempercepat produksi siaran, memungkinkan program berjalan 24 jam nonstop, serta membantu penyiar fokus pada pengemasan pesan yang lebih kreatif dan humanis. Selain itu, AI juga dimanfaatkan untuk menghasilkan ide naskah, menganalisis tren audiens, hingga menyusun konten yang lebih ramah mesin pencari.

Peran AI dalam industri kreatif tidak berhenti pada penyiaran radio. Qudo Buana Nawakara menjadi salah satu pelaku industri yang aktif mengembangkan teknologi AI di sektor kreatif dan media digital. Melalui pengembangan AI Influencer, Qudo saat ini menaungi sekitar 20 figur virtual dengan persona yang beragam, dirancang untuk menjangkau segmen audiens yang berbeda-beda.

Salah satu AI influencer yang menonjol adalah Renjani Nyrah, sosok virtual dengan persona traveler yang mengangkat gaya hidup sehat. Melalui akun Instagram @renjanyrah, Renjani menyajikan konten perjalanan, keseimbangan hidup, dan eksplorasi destinasi dengan pendekatan visual serta narasi yang relevan bagi generasi digital. Kehadiran AI influencer ini menunjukkan bagaimana teknologi mampu menciptakan karakter kreatif yang konsisten dan terukur dalam membangun interaksi dengan audiens.

banner

Selain media sosial, para AI influencer binaan Qudo juga hadir dalam format podcast dan talkshow yang ditayangkan melalui kanal YouTube QudoIn. Program-program tersebut membahas berbagai isu, mulai dari politik, ekonomi, traveling, hingga hiburan. Seluruh konten dikemas sesuai karakter masing-masing AI influencer, mencerminkan fleksibilitas AI dalam produksi konten berbasis persona.

Di bidang musik, Qudo mengembangkan lini AI Music melalui Artifintel Soundworks. Kanal YouTube ini menaungi musisi berbasis AI seperti Selara Luna dan Sendrasena, yang telah merilis puluhan karya musik dengan dukungan teknologi AI. Inisiatif ini membuka ruang eksplorasi baru dalam proses kreatif, dari komposisi hingga produksi musik digital.

Tak hanya di ranah digital, Qudo juga merambah ke media konvensional melalui pengembangan AI Radio. Melalui kolaborasi dengan Radio Most FM, teknologi AI diimplementasikan dalam operasional penyiaran, khususnya pada segmen berita dan informasi lalu lintas. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa AI tidak menggantikan peran manusia, melainkan berkolaborasi dengan sistem redaksional untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan penyampaian informasi.

Secara keseluruhan, peran AI dalam industri kreatif kini semakin luas, mencakup penulisan naskah, produksi audio visual, hingga distribusi konten digital. Dengan pengelolaan yang tepat dan tetap mengedepankan etika, AI berpotensi menjadi mitra strategis dalam mendorong inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan industri kreatif di era digital.

You may also like

Leave a Comment